Asal Mula Nama Coban Rondo
Asal Mula Nama Coban Rondo
Kepergian Raden Baron Kusuma dan Dewi Anjarwati diiringi oleh empat pembantu setianya. Mereka membawa buah-buahan untuk orang tua Raden Baron Kusuma. Ketika siang hari di perjalanan, Dewi Anjarwati merasa haus dan meminta suaminya mencarikan air minum. Ditemani seorang pembantunya, Raden Baron Kusuma berangkat mencari air minum. Sementara itu tiga pembantu yang lain menunggui Dewi Anjarwati.
Tak berapa lama, Raden Baron Kusuma menemukan sebuah sungai kecil.
Karena airnya yang jernih, ia penasaran untuk mencari mata airnya. Lalu
terdengar suara gemericik air yang makin keras, ternyata berasal dari
sebuah air terjun (bahasa Jawa: coban) yang cukup tinggi. Ia
pun segera mandi di coban itu. Akhirnya, ia kembali dengan membawa air
minum yang diminta Dewi Anjarwati.Ketika Raden Baron Kusuma mendatangi Dewi Anjarwati, ia dikejutkan dengan kehadiran Joko Lelono yang tidak jelas asal-usulnya. Tampaknya Joko Lelono tertarik dengan kecantikan Dewi Anjarwati dan berusaha untuk merebutnya dari Raden Baron Kusuma. Perkelahian antara Joko Lelono dengan Raden Baron Kusuma tidak dapat dihindarkan lagi. Kepada para pembantu (punakawan) yang menyertai kedua mempelai tersebut, Raden Baron Kusuma berpesan agar Dewi Anjarwati disembunyikan di suatu tempat yang ada Cobannya (air terjun).
Perkelahian antara Raden Baron Kusumo dengan Joko Lelono berlangsung
seru dan mereka berdua akhirnya tewas. Akibatnya Dewi Anjarwati menjadi
janda (bahasa Jawa: rondo). Sejak saat itulah Coban atau air
terjun yang dijadikan sebagai tempat persembunyian Dewi Anjarwati
dikenal dengan sebutan Coban Rondo (air terjun janda). Konon batu besar
di bawah air terjun merupakan tempat duduk sang putri yang merenungi
nasibnya. [ant]



0 komentar: